Pages

Kamis, 28 Februari 2013

Enam Jenazah Pahlawan Didapati Masih Utuh


Luar biasa. Enam dari sembilan jasad pejuang kemerdekaan RI didapati dalam keadaan masih utuh, meski telah dimakamkan sejak puluhan tahun silam. Temuan ini didapat saat Pemerintah Kabupaten Purwokerto, menjalankan program relokasi jenazah pahlawan  ke Taman Makam Pahlawan, Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur.Dari keenam jenazah yang kain kafannya masih ditemukan utuh adalah Serma RM Maruto, yang sudah dimakamkan sekitar 29 tahun lalu di daerah Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan.Jenazah pejuang bernama Sahrab kain kafannya juga masih utuh, termasuk semua bagian tubuhnya masih lengkap dari ujung rambut sampai kaki. Sahrab ini sudah 24 tahun lalu dimakamkan di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Sahrab ini merupakan prajurit anggota pasukan Hisbullah yang dikomandoi almarhum KH Aminuddin, ayah kandung Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin.Empat jenazah lainnya, sebagian dari kain kafannya ditemukan dalam kondisi rusak. Namun bagian tubuhnya masih utuh adalah Matram, Sudarman Al Sudarso, Suparto dan Poernadi. Sedangkan tiga jenazah lainnya sudah dalam bentuk tulang-belulang, mereka adalah
Hoedori, Djumi’an, S Wongsodirejo. "Mereka bertiga tetap  pejuang, yang harus dihargai," ujar Wakil Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Probolinggo Achmad Soedjadi.Dari keenam jenazah pejuang yang direlokasi itu, sosok Serma RM Maruto dan prajurit Sahrab yang paling dianggap memiliki keistimewaan. Puluhan tahun mereka dimakamkan, kain kafannya tidak dimakan rayap sedikitpun. Bahkan, tubuhnya juga masih utuh tidak dimakan ulat atau cacing tanah. Semasa hidupnya, sepak terjang RM Maruto dan Sahrab cukup bertolak belakang. RM Maruto dikenal tegas, disiplin dan menjujung tinggi komitmen. Sedangkan Sahrab dikenal karena kesabarannya.Achmad Soedjadi, veteran yang juga ternyata masih keponakan dari RM Maruto juga menggambarkan, selama masa peperangan dulu, pamannya itu dikenalnya pemberani dan tegas. "Dia itu disiplin dan tegas. Kalau sudah mau ke utara, dia tidak mau diajak keselatan," katanya.Sementara, salah seorang putra Sahrab yang bernama Sulastri mengatakan,  ayahnya itu dikenalnya ayah yang sabar. "Meski diejek orang, dia diam saja. Dia hanya bilang, Tuhan maha tahu, ketika dia diejek atau perasaannya dilukai orang," katanya.Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH M Hasan Saiful Islam ketika dimintai tanggapan soal utuhnya jasad dari keenam jenazah pejuang itu menjelaskan, dalam Islam, seperti tertulis dalam hadist, bumi akan melindungi jasad seseorang yang memiliki keistimewaan dalam beribadah kepada sang Khalik. "Mungkin ada amal ibadah yang istimewa semasa hidupnya. Tapi pada umumnya, baik yang memiliki amal baik atau jelek, pasti jasadnya dimakan ulat," katanya.





Sumber : kompas.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar